Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, brand bukan lagi sekadar produk atau layanan. Brand yang benar-benar menonjol adalah brand yang bisa membangun koneksi emosional dengan pelanggannya. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui storytelling.
Manusia pada dasarnya senang mendengar cerita. Cerita membuat informasi lebih mudah dipahami, lebih mudah diingat, dan lebih menyentuh hati dibanding pesan marketing biasa.
Startup yang mampu bercerita dengan baik akan terlihat lebih human, lebih relatable, dan lebih berkesan.
Rekomendasi
Berikut adalah 6 teknik storytelling yang dapat membantu brand startup Anda membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.
1. Gunakan “Founder’s Story” – Ceritakan Mengapa Anda Memulai
Salah satu cara paling ampuh membangun brand human adalah dengan membagikan cerita pendirinya.
Orang suka tahu:
- siapa di balik brand,
- apa motivasi Anda,
- masalah apa yang ingin Anda pecahkan,
- perjuangan apa yang Anda alami,
- dan bagaimana perjalanan Anda sampai ke titik ini.
Founder’s story membuat brand terasa lebih nyata dan lebih dekat.
Contoh:
“Saya memulai bisnis kopi literan ini karena melihat banyak pekerja kantoran kesulitan menemukan kopi enak saat WFH. Saya ingin membawa pengalaman kedai kopi ke rumah mereka.”
Autentik, sederhana, tapi mengena.
2. Gunakan Teknik “Hero’s Journey” – Jadikan Pelanggan sebagai Tokohnya

Dalam teknik storytelling klasik, Hero’s Journey menempatkan pelanggan sebagai pahlawan dan brand Anda sebagai mentor.
Brand bukanlah tokoh utama, tetapi penolong yang membantu pelanggan mencapai tujuan mereka.
Contoh sederhana:
- Pelanggan ingin punya kulit sehat → brand skincare Anda membantu dengan solusi yang aman dan konsisten.
- Pelanggan ingin produktif → aplikasi Anda memberikan tools dan panduan praktis.
Dengan teknik ini, pelanggan merasa dihargai dan dilibatkan dalam cerita brand.
3. Ceritakan Masalah Nyata yang Ingin Anda Atasi
Setiap brand yang kuat lahir dari sebuah masalah yang ingin diselesaikan.
Tugas Anda adalah menceritakan masalah itu dengan cara yang relatable.
Misalnya:
- “Banyak orang tua yang ingin anak makan sayur, tapi sulit menemukan makanan sehat yang disukai anak.”
- “UMKM sering kesulitan membuat konten karena tidak punya skill desain.”
Ceritakan masalahnya, lalu tunjukkan bagaimana brand Anda hadir memberikan solusi.
Teknik ini membuat brand lebih relevan dan dibutuhkan.
4. Gunakan Customer Story untuk Membuktikan Manfaat Produk
Storytelling tidak harus selalu datang dari Anda. Justru cerita dari pelanggan sering kali lebih kuat dan lebih kredibel.
Anda bisa berbagi:
- pengalaman pelanggan,
- kisah transformasi,
- testimoni yang disampaikan dalam bentuk cerita,
- sebelum dan sesudah,
- perjalanan mereka menggunakan produk Anda.
Contoh:
“Sebelum menggunakan layanan edit video kami, Mbak Rina butuh 5 jam untuk membuat konten. Sekarang, hanya 30 menit.”
Cerita seperti ini bisa menggugah rasa percaya dan mempengaruhi keputusan pembelian.
5. Gunakan Visual Storytelling – Cerita Tidak Harus Berbentuk Kata

Zaman sekarang, cerita tidak hanya disampaikan lewat teks. Anda bisa memakai:
- foto behind the scenes,
- video proses produksi,
- short video di TikTok/Instagram,
- ilustrasi,
- animasi,
- potret pelanggan menggunakan produk Anda.
Visual storytelling memperkuat pesan, membuat cerita lebih hidup dan mudah dikonsumsi.
Contoh:
Video 15 detik tentang proses Anda meracik kopi atau packing order dapat menjadi bagian dari cerita brand yang menarik.
6. Bangun Narasi Konsisten Melalui Semua Kanal
Storytelling yang kuat tidak hanya ditulis sekali. Ia harus:
- muncul di media sosial,
- terlihat di website,
- terasa dalam produk,
- terdengar saat customer service merespons pelanggan,
- hadir dalam setiap kampanye marketing.
Konsistensi inilah yang membuat brand benar-benar “hidup”.
Tips:
- Gunakan tone yang sama
- Jaga gaya visual konsisten
- Pastikan setiap pesan memiliki nilai atau cerita yang selaras
- Bangun mini-story di setiap postingan
Ketika pelanggan bisa merasakan “jiwa brand” Anda di setiap interaksi, maka ikatan emosional pun terbentuk.
Storytelling adalah jantung dari branding modern. Dengan teknik yang tepat, startup Anda dapat membangun identitas yang lebih human, lebih emosional, dan lebih mudah diingat.
Mulailah dari cerita pendiri, kenali masalah pelanggan, gunakan visual, dan bangun narasi konsisten. Ketika cerita brand Anda menyentuh hati orang lain, keputusan pembelian akan mengikuti secara natural.
Brand yang kuat bukan hanya dilihat – tetapi juga dirasakan.
















