Memulai investasi saham memang bisa terasa menantang, terutama bagi pemula yang masih ragu memilih perusahaan mana yang aman dan menguntungkan.
Salah satu cara paling sederhana dan minim risiko adalah dengan memilih saham bluechip – yaitu saham perusahaan besar, stabil, berfundamental kuat, dan sudah puluhan tahun bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Jenis saham ini sangat cocok untuk pemula karena:
Rekomendasi
- Pergerakannya lebih stabil
- Risikonya lebih rendah
- Mudah dianalisa
- Biasanya masuk dalam indeks LQ45 atau IDX30
- Cenderung memberikan dividen rutin
Berikut 5 rekomendasi saham bluechip terbaik yang cocok untuk pemula yang ingin mulai investasi.
1. Bank Central Asia (BBCA): Saham Paling Stabil dan Konsisten
BBCA sering disebut sebagai “saham sejuta umat” karena begitu banyak investor pemula hingga profesional yang menjadikannya pilihan utama.
Alasannya jelas: stabil, aman, dan punya pertumbuhan laba konsisten setiap tahun.
Kenapa BBCA cocok untuk pemula?
- Fundamental sangat kuat
- Punya jumlah nasabah terbesar di Indonesia
- Manajemen perbankan terbaik
- Risiko kredit rendah
- Stabil meski kondisi ekonomi tak menentu
BBCA dikenal sebagai saham yang harganya tidak terlalu fluktuatif namun konsisten naik dalam jangka panjang. Cocok untuk menabung saham dan investasi jangka panjang.
2. Telkom Indonesia (TLKM): Raja Telekomunikasi yang Selalu Dicari
TLKM adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan menjadi tulang punggung layanan digital, internet, dan infrastruktur komunikasi nasional.
Kelebihan TLKM:
- Bisnis sangat stabil
- Layanan internet terus berkembang
- Dividen rutin setiap tahun
- Prospek cerah di era digital dan 5G
Pemula cocok memilih TLKM karena harganya terjangkau, fundamental bagus, dan sektor telekomunikasi selalu dibutuhkan masyarakat.
3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Saham Dividen Favorit Investor
BRRI adalah bank terbesar yang fokus pada segmen UMKM dan mikro. Keberadaan nasabah mikro yang stabil membuat BBRI tetap mencetak keuntungan besar setiap tahun.
Keunggulan BBRI:
- Pendapatan stabil dari segmen UMKM
- Dividen besar dan rutin
- Fundamental sangat kuat
- Cocok untuk long-term investor
BBRI juga dikenal sebagai “mesin dividen” karena pembagian dividennya termasuk tinggi di antara saham bank lainnya.
4. Unilever Indonesia (UNVR): Perusahaan Consumer Goods yang Produknya Dipakai Sehari-Hari
UNVR adalah emiten consumer goods terbesar di Indonesia dengan puluhan produk populer seperti Lifebuoy, Sunsilk, Dove, Bango, dan Rinso.
Kenapa UNVR cocok untuk pemula?
- Produknya dipakai setiap hari – bisnisnya sangat stabil
- Dividen rutin
- Perusahaan mapan dan minim risiko
- Pertumbuhan jangka panjang cukup stabil
Meskipun pergerakan harganya tidak terlalu agresif, UNVR tetap menjadi pilihan aman untuk pemula yang ingin portofolio stabil.
5. Astra International (ASII): Pilar Industri Otomotif dan Infrastruktur Indonesia
ASII adalah perusahaan besar yang memiliki banyak bisnis di berbagai sektor seperti:
- Otomotif
- Alat berat
- Infrastruktur
- Agribisnis
- Layanan keuangan
Kelebihan ASII:
- Diversifikasi bisnis kuat
- Perusahaan besar dengan kinerja stabil
- Terus berkembang seiring naiknya kebutuhan otomotif di Indonesia
Diversifikasi bisnisnya membuat ASII lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi, sehingga cocok untuk investor pemula.
Memulai investasi saham tidak harus sulit. Dengan memilih saham bluechip seperti:
- BBCA
- TLKM
- BBRI
- UNVR
- ASII
kamu sudah mengambil langkah awal yang aman dan stabil dalam membangun portofolio investasi jangka panjang.
Ingat: bluechip bukan jaminan selalu untung cepat, tetapi mereka memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan aset yang konsisten.













