Mendapat restrukturisasi kredit memang bisa jadi angin segar ketika cicilan sudah mulai terasa berat. Cicilan jadi lebih ringan, arus kas bulanan jadi lebih longgar, dan tekanan mental pun ikut berkurang.
Tapi setelah itu, ada tugas penting yang harus kamu lakukan: mengatur ulang keuangan agar tidak kembali terjebak dalam utang.
Banyak orang yang setelah mendapatkan keringanan cicilan malah kembali lengah dan akhirnya jatuh pada masalah yang sama.
Rekomendasi
Padahal, restrukturisasi hanya memberikan ruang bernapas, bukan solusi permanen jika pola keuangan tidak diperbaiki.
Supaya kamu bisa bangkit dan punya kehidupan finansial yang lebih sehat, berikut panduan lengkap untuk mengatur keuangan setelah restrukturisasi kredit.
1. Buat Anggaran Bulanan Baru yang Lebih Realistis
Setelah cicilanmu turun, bukan berarti kamu punya “uang lebih” untuk dibelanjakan. Justru ini saatnya membuat anggaran yang lebih disiplin.
Cara membuat anggaran baru:
- Catat semua sumber penghasilan
- Catat pengeluaran wajib (cicilan, listrik, makan, transport, dll.)
- Bedakan mana kebutuhan dan keinginan
- Alokasikan 10–20% untuk tabungan atau dana darurat
Gunakan prinsip 50-30-20 sebagai contoh:
- 50% kebutuhan
- 30% keinginan
- 20% tabungan/investasi
Kalau kondisi lagi sulit, kamu bisa ubah jadi 60-20-20 atau 70-20-10.
2. Prioritaskan Cicilan Setelah Direstrukturisasi

Ingat, bank sudah memberikan keringanan. Artinya, kamu wajib memastikan tidak ada keterlambatan cicilan lagi.
Tips menjaga cicilan tetap lancar:
- Aktifkan auto-debit
- Bayar cicilan di awal bulan
- Jangan menunda pembayaran sampai mendekati jatuh tempo
- Sisihkan dana cicilan begitu menerima gaji
Dengan cara ini, kamu tidak akan tergoda menggunakan uang cicilan untuk hal lain.
3. Bangun Dana Darurat (Minimal 3–6 Kali Pengeluaran Bulanan)
Banyak kasus kredit macet terjadi bukan karena boros, tetapi karena tidak punya dana cadangan ketika musibah datang: sakit, PHK, usaha sepi, dan sebagainya.
Setelah restrukturisasi, pastikan kamu mulai membangun dana darurat, meskipun sedikit demi sedikit.
Target ideal:
- Lajang: 3x pengeluaran bulanan
- Menikah: 4–6x pengeluaran bulanan
- Punya anak/usaha: 6–12x pengeluaran bulanan
Kalau sulit langsung besar, mulai dari Rp100.000-Rp200.000 per minggu. Yang penting konsisten.
4. Hindari Menambah Utang Baru (Kecuali Sangat Mendesak)
Setelah cicilan terasa ringan, banyak orang merasa “punya ruang” untuk mengambil pinjaman baru. Ini adalah kesalahan besar.
Hindari:
- Cicilan Paylater
- Kartu kredit berlebihan
- Pinjaman online tidak resmi
- Cicilan konsumtif seperti gadget atau liburan
Kalau tidak hati-hati, kamu bisa kembali terjebak dalam siklus utang yang sama.
5. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Saat cicilan lebih ringan, ini kesempatan untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Coba mulai:
- Freelance
- Jualan online
- Reseller atau dropship
- Kerja part time
- Bisnis kecil-kecilan
Penghasilan tambahan bisa membantu:
- Melunasi cicilan lebih cepat
- Mengisi dana darurat
- Mengurangi stres keuangan
6. Kurangi Pengeluaran Konsumtif
Evaluasi ulang gaya hidupmu. Banyak pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dikurangi, misalnya:
- Ngopi tiap hari di kafe
- Makan di luar terlalu sering
- Belanja impulsif
- Berlangganan aplikasi yang jarang dipakai
- Ongkos transport mahal karena malas naik kendaraan umum
Kamu tidak harus hidup super hemat, cukup lebih bijak.
7. Pantau Arus Kas Bulanan secara Rutin

Pengaturan keuangan bukan soal membuat anggaran saja, tapi juga memantau apakah kamu menjalankannya.
Gunakan tools seperti:
- Aplikasi catatan keuangan (Money Lover, Jenius, Dompetku)
- Spreadsheet Excel/Google Sheet
- Buku catatan sederhana
Cek setiap minggu:
- Pengeluaran kamu sesuai anggaran atau tidak?
- Ada kebocoran dana?
- Sumber penghasilan stabil atau berubah?
Semakin rajin memantau, semakin cepat kamu bisa mengendalikan kondisi keuangan.
8. Susun Rencana Keuangan Jangka Panjang
Kalau keuangan mulai stabil, mulailah merencanakan masa depan.
Misalnya:
- Dana pendidikan anak
- Dana pensiun
- Tabungan rumah
- Dana usaha
- Investasi rutin
Rencana keuangan jangka panjang membantu kamu tetap fokus agar tidak kembali pada kebiasaan yang memicu utang.
9. Pelajari Literasi Keuangan
Kurangnya pengetahuan keuangan sering jadi penyebab seseorang terjebak utang. Setelah restrukturisasi, jadikan ini pelajaran berharga.
Perbanyak belajar tentang:
- Cara mengelola uang
- Investasi sederhana
- Mengatur arus kas
- Manajemen risiko
- Utang sehat vs utang konsumtif
Semakin kamu paham, semakin kecil risiko jatuh ke masalah keuangan yang sama.
10. Lunasi Utang Lebih Cepat Kalau Ada Rezeki Tambahan
Saat kondisi membaik, misalnya dapat bonus, THR, atau penghasilan tambahan, jangan langsung dihabiskan.
Gunakan sebagian untuk:
- Mempercepat pelunasan kredit
- Menambah dana darurat
- Membayar cicilan ekstra
Dengan begitu, kamu bebas dari utang lebih cepat dan punya ruang finansial lebih lega.
Restrukturisasi Kredit Adalah Kesempatan Kedua yang Harus Dimanfaatkan dengan Bijak
Restrukturisasi kredit memang memberikan keringanan, tetapi hanya akan berdampak positif jika kamu mengatur kembali keuangan dengan lebih disiplin.
Ingat langkah penting ini:
- Buat anggaran baru
- Prioritaskan cicilan
- Bangun dana darurat
- Hindari utang konsumtif
- Tambah penghasilan
- Kendalikan arus kas
Jika dilakukan dengan benar, restrukturisasi bukan hanya jalan keluar sementara, tetapi awal dari kehidupan finansial yang lebih sehat, stabil, dan terencana.

















